SEKUNTUM BUNGA DI TAMAN SURGA
Scrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text Generator

Aku Mencintaimu Tapi Allah Lebih Mencintaimu

Rabu, 27 Oktober 2010

Karena aku mencintaimu sehingga aku berdoa semoga engkau lulus di universitas ini dan bisa ikut belajar tentang Islam.

Apa yang kutuliskan ini adalah apa yang menjad harapanku padamu.

Engkau pun lulus di universitas yang sama denganku. Di semester satu, aku mengerjakan semua laporan2 mu dan aku berusaha mengajakmu untuk mengaji di masjid kampus. Aku pun berdoa untukmu semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayahNya padamu. Akan tetapi, saat kau akan pergi dan masuk ke masjid itu, tak ada yang menyambutmu sehingga engkau pun pulang dan tak kuasa aku menahanmu. Setelah itu, aku pun mengusahakan agar engkau berteman dengan seorang ikhwa yang akan mengajakmu ikut pengajian , ta'lim dan tarbiyah. Namun, engkau pun menolak dengan alasan kuliah.

Setelah itu, aku pun mulai sibuk dengan kuliahku dan melupakanmu. Tapi, aku tidak melupakanmu dalam doaku. Aku selalu berdoa untukmu.

Hingga tiba masa dimana engkau jatuh sakit. Sakit yang aku tak tahu bahwa itu sakit yang begitu parah…sungguh aku tak tahu. Engkaupun pulang ke kampung dan aku di sini selalu memikirkanmu. Dibalik kesibukan skripsiku, aku selalu menanyakan kabarmu. Hingga mendekati wisuda, engkau dirujuk ke Rumah sakit di kota ini. Sebelumnya, aku sempat merawatmu dan kau berkata, “Seandainya aku tidak sakit, aku akan mengantar ibu kemana pun ia akan pergi.”

Kata yang selau aku ingat dan membuatku menangis. Saat bersamamu satu malam sebelum akhirnya engkau pulang ke kampung dan dirujuk lagi ke RS kota, engkau banyak bercerita tentang kisah hidupmu. Dan itu adalah cerita tentang kebaikan yang engkau lakukan. Bersama dengan kedua temanmu, kami menghiburmu.

Walaupun aku mencintaimu namun Allah lebih mencintaimu sehingga ia memanggilmu lebih cepat dariku. Senin, 29 Juni 2009, malaikat maut datang menyambutmu, melepas dan mencabut roh dari jasadmu hingga engkau pergi dengan sepatah kata sebelumnya, “Pak, kenapa semua orang dikamar ini wajahnya bercahaya?” Padahal, waktu itu, engkau hanya bertiga bersama ibu, bapak dan dirimu.

Tibalahnya masanya, pukul 12.00, siang itu, engkau pergi untuk selamanya. Pergi, tanpa aku di sampingmu, tanpa aku mentalkikanmu. Sungguh aku mencintaimu karena Allah, 'Kak, saya sangat mencintaimu. Tapi Allah lebih mencintaimu. Sehingga saya melepaskanmu pergi". semoga Allah mengumpulkan kita di JannahNya kelak dan semoga akhir hidupmu dan hidupku berada dalam keadaan husnul khatimah. Amin ya rabbal alamin.


Kala Musibah Menyapa

Kala musibah menyapa. Apa yang kita lakukan? Apakah marah, menggerutu, atau menyalahkan orang lain? Ketahuilah bahwa sesungguhnya musibah itu adalah suatu yang sunnatullah. Musibah bukanlah suatu yang asing dan aneh dalam syari'at Islam karena hal tersebut telah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam al-Qurân yaitu:
“Sungguh akan Kami uji kalian dengan adanya rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan kekurangan buah-buahan dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan; Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’un. (QS. al-Baqarah: 155-156).
Jadi, apa sikap kita ketika musibah menyapa?Sebagai seorang muslim, seharunya sikap kita adalah bersabar dan bermuasabah atas musibah yang menimpa kita. Bisa jadi, kita telah lalai dan melakukan banyak maksiat kepada Allah. Tidaklah keburukan menimpa manusia melainkan karena perbuatannya sendiri. Selain itu, ada banyak hal yang bisa kita lakukan, antara lain sikap ketika musibah itu belum terjadi.
Dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya:

1. Kapan akan terjadinya suatu musibah adalah suatu perkara yang ghaib, yang mengetahuinya hanyalah Allah ‘Azza wa Jalla.
Siapapun tidak akan bisa meramal tentang apa-apa yang akan terjadi besok secara pasti, karena ilmu pengetahuan mengenai hal itu hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla.
Sebagai contoh yang jelas dan gamblang bagi kita adalah seorang yang mengalami kecelakan kendaraan di hari Senin apakah ia bisa mengetahui sehari sebelumnya terjadi kecelakaan tersebut. Jawabannya tentulah tidak !! Jangankan untuk perhitungan perhari, hitungan perjam pun manusia tidak akan bisa memprediksi apa yang akan terjadi setelahnya.
Bahkan di dalam al-Qurân Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membantah ramalan-ramalan orang-orang tentang kejadian hari esok, tentang tempat dimana seseorang akan mati, dan apa yang ada dalam rahim manusia yaitu;
“Sesungguhnya hanya di sisi Allah pengetahuan tentang hari kiamat dan Dialah yang menurunkan hujan dan di sisi-Nyalah ilmunya dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim manusia dan tiada seorangpun yang bisa mengetahui apa yang akan ia usahakan besok dan tidak seorangpun bisa mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 24)
Sungguh kita merasa sangat prihatin dengan kondisi kaum muslimin sekarang ini, mereka lebih percaya kepada ramalan-ramalan manusia dan isu-isu yang disebarkan manusia dibandingkan dengan keyakinannya tehadap ajaran agama mereka sendiri yaitu agama Islam.
Sebagian kaum muslimin telah diperbodoh dengan isu yang baru-baru ini tersebar dari salah seorang yang mengaku sebagai Profesor dari Brazil dimana ia mengatakan bahwa akan terjadi gempa besar dengan skala sekitar 9 SR di pantai barat pulau Sumatera (Mentawai) dan ini akan terjadi pada tanggal 23 Desember 2007 dan akan diikuti dengan gelombang tsunami.
Ternyata ramalan itu telah membuat resah sebagian kaum muslimin yang tinggal di kota Padang terutama daerah-daerah pesisir pantai. Sehingga akhirnya mereka terprovokasi dengan isu tersebut dan pergi meninggalkan kota Padang, atau pergi pulang kampung dan ada diantaranya menjual rumahnya hanya gara-gara isu dan sebuah mimpi. Bahkan disebutkan juga bahwa ada salah seorang kepala daerah di Bengkulu yang ikut terprovokasi dengan isu ini sampai berencana mengevakuasi masyarakat sebelum tanggal 23 Desember 2007. Na’udzubillahi min dzalik.
Dimanakah keimanan kita ? Dimanakah aqidah kita sebagai seorang yang mengaku sebagai seorang muslim ? sehingga mudah terpedaya dengan isu murahan yang hanya bersumber dari mimpi si Profesor.

2. Menyadari tentang hakikat hidup sesungguhnya
Tujuan penciptaan kita di muka bumi hanyalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman Allah Ta’ala di dalam al-Quran:
“Dan tiadalah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat: 56)
Memperbaiki aqidah kita yaitu dengan menjauhi setiap perbuatan syirik dengan memurnikan ibadah kita hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Hai Mu’adz tahukah kamu apa hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya dan apa hak para hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah ? Mu’adz menjawab Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Nabi pun bersabda; hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya ialah supaya mereka beribadah kepada-Nya saja dan tidak berbuat syirik sedikitpun kepada-Nya, sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah adalah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak berbuat syirik sedikitpun kepada-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim dalam kitab shahih mereka)
Sesungguhnya hidup tidak terlepas dari yang namanya ujian. Setiap jiwa, setiap diri kita pasti akan diuji dengan berbagai macam bentuk ujian dan berbagai bentuk permasalahan. sehingga kita tidak perlu merasa takut akan kehidupan ini karena hidup adalah ujian itu sendiri. Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu, dan agar Kami menyatakan baik-buruknya hal ihwalmu.” (QS. Muhammad: 31)

Di dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS. al-A’rof: 168)

3. Memperbanyak bekal amal ibadah dan keta’atan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum ajal menjemput.
Bekal kita sebelum ajal menjemput kita adalah dengan memperbaiki amal perbuatan kita, memperbaiki tata cara/sistem mua’malah kita, memperbaiki ibadah setelah sebelumnya bertaubat dari setiap kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan dengan cara melepaskan diri dari ma’shiyat dan menyesalinya karena telah melakukan perbuatan dosa lalu bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Setelah itu, mari kita memperbanyak amal ibadah dan semakin rajin melaksanakan keta’atan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114)
Selain itu kita juga dianjurkan untuk memperbanyak istighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim, no. 6799)

4. Bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berserah diri kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah cukupkan keperluannya.” (QS. at-Thalaq: 3)

5. Menjauhi perbuatan dosa dan ma’shiyat karena penyebab terbesar datangnya suatu musibah adalah ketika kaum muslimin telah bergelimang dengan dosa dan ma’shiyat

Allah Subhanahu wa Ta’ala timpakan kepada kita ujian ataupun musibah bukan berarti Allah Subhanahu wa Ta’ala benci kepada kita, bahkan menunjukkan Allah ‘Azza wa Jalla sayang kepada kita, sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits shahih dari Anas ibnu Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Besarnya pahala tergantung besarnya ujian dan sesungguhnya apabila Allah menyenangi suatu kaum, Dia mengujinya. Barangsiap ridho maka Allahpun ridho, dan barangsiapa yang marah, maka Dia Marah.” (HR. Shahih Ibnu Majah 2/373). Wallahu a'lam.

Sumber : http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/17/kala-musibah-menyapa/ :

TES PNS HARI INI...

Alhamdulillah, hari ini, tanggal 27 Oktober 2010, saya sudah mengikuti tes PNS . Suatu sejarah ukiran hidupku...untuk sebuah masa depan.

Setelah mempersiapkan diri dengan mempelajari bentuk soal dan contoh-contoh soal yang ada di internet dan buku, kini tiba saatnya menjawab soal.
Pengalaman menjawab soal yang lucu. Mengapa lucu? Karena wacana yang panjang dan waktu yang terbatas. Apa hikmah dari soal menjawab tadi? Hikmahnya yaitu saya mendapatkan informasi baru dari soal2 tes tersebut. Saya baru tahu kalau ada istilah PLS untuk sistem pendidikan dan paket A itu SD, paket B itu SMP. Walaupun soalnya panjang dan lumayan mengecoh tapi memberikan banyak informasi tambahan. Jika bukan ujian, maka saya akan terlarut dalam bacaan wacana2 soal.
Selain itu, untuk soal TBS nya, menurut saya lebih mudah dari tes sebelumnya. Wah, apakah hasil nya akan memuaskan? Wallahua'lam. Walaupun saya merasa jawaban saya banyak yang keliru dan ada beberapa nomor yang sempat tak terjawab, akan tetapi saya hanya bisa berdoa dan bertawakkal. Apalagi tadi saya bertemu seorang akhwat. Subhanallah begitu syahdunya nasehat beliau. Dia mengingatkan saya bahwa suatu keberuntungan bagi kita karena menuntut ilmu agama. Kita punya kelebihan tersendiri. Apa yang mebuat kita stress..jika semua telah diatur oleh Allah dan ia lebih tahu yang terbaik buat kita...itulah mengapa kita senantiasa mempunyai nilai lebih sebagai tameng terhadap musibah atau hal2 yg mungkin tidak sesuai dengan harapan kita...
Intinya...manusia hanya bisa berdoa dan berusaha. Untuk hasilnya, serahkanlah kepada Allah dengan penuh tawakkal dan pengharapan padaNya. Itulah sepenggal pengalamn ku hari ini.
Jadi tes PNS hari ini, walaupun agak kacau,i just enjoy it as my beautiful thing in my life...

Kemarin adalah Kerja, Hari ini adalah berbuat dan Esok adalah Harapan..Hamasah!!!




Uni Zahrah Bunga Berseri