SEKUNTUM BUNGA DI TAMAN SURGA
Scrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text Generator

Rinduku padamu

Selasa, 26 April 2011

Kumenjalani keseharian dengan selalu berharap untuk lebih baik lebih baik dan lebih baik lagi....Namun, hidup ini adalah pertarungan hawa nafsu yang condong kepada keburukan atau kebaikan...Diri, jiwa dan hati ini berada dalam genggamanMu Ya Allah....Aku pun berdoa, memohon kepadaMu untuk selalu istiqomah...Melewati hari-hari dalam kesendirian membuat ku selalu merindukan suasana berkumpul bersama ibu, bapak dan saudara-saudaraku nan jauh di kampung. Selalu ku berharap, ketika pulang kerja aku dapat menceritakan semuanya kepadamu ibu. Tentang hal-hal yang kualami di tempat kerjaku...Dulu, ketika masih SMA, aku senantiasa menceritakan apa yang aku alami di sekolah. Begitu pun ketika kuliah, aku pulang kampung dan menceritakan semuanya padamu. Selalu kuingin berbagi denganmu. Kini, tak terasa usiaku bertambah, aku memasuki dunia kerja. Ibu, kedewasaanku dituntut...dituntut untuk lebih bijak dan bertanggung jawab. Kini, usia yang semakin bertambah..aku takut jika begitu banyak yang kulalaikan. Ibu, dampingi aku..walaupun hanya mendengar suaramu setiap hari, mendengar ceritaku lewat telpon..maaf ibu, maaf...jika hanya itu yang dapat kulakukan untuk saat ini...Aku merindukan mu ibu....bapak...semoga Allah menjaga kalian dan melapangkan rezeki kalian dan memberi kesehatan kepada kalian berdua....

BERKATA YANG BENAR ATAU DIAM

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim).
Dari hadits dia atas, kita tahu bahwa Islam menyeru kita di kepada sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dikalangan individu masyarakat muslim. Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya .Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran, sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan. Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau yang makruh
Wahai diri dan saudariku muslimah yang kucintai karena Allah :
1) Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta'ala berfirman :

(” لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس ” (النساء: الآية 114).

Artinya:

“Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (An nisa:114)

Dan ketahuilah wahai saudariku,semoga Allah ta’ala merahmatimu dan menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.

“عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد ” (ق: الآية 17-18)

Artinya:

“Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf:17-18).

Maka jadikanlah ucapanmu itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas yang tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.

1) Bacalah Al qur’an karim dan bersemangatlah untuk menjadikan itu sebagai wirid keseharianmu, dan senantiasalah berusaha untuk menghafalkannya sesuai kesanggupanmu agar engkau bisa mendapatkan pahala yang besar dihari kiamat nanti.

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما- عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” يقال لصاحب القرآن: اقرأ وارتق ورتّل كما كنت ترتّل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها رواه أبو داود والترمذي

Dari abdullah bin ‘umar radiyallohu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, beliau bersabda:

dikatakan pada orang yang senang membaca alqur’an: bacalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.

HR.abu daud dan attirmidzi

2) Tidaklah terpuji jika engkau selalu menyampaikan setiap apa yang engkau dengarkan, karena kebiasaan ini akan menjatuhkan dirimu kedalam kedustaan.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” كفى بالمرء كذباً أن يتحدّث بكل ما سمع “

Dari Abu hurairah radiallahu ‘anhu,sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta ketika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengarkan.”

(HR.Muslim dan Abu Dawud)

3) jauhilah dari sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu, dengan tujuan membanggakan diri dihadapan manusia.

عن عائشة – رضي الله عنها- أن امرأة قالت: يا رسول الله، أقول إن زوجي أعطاني ما لم يعطني؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” المتشبّع بما لم يُعط كلابس ثوبي زور “.

Dari aisyah radiyallohu ‘anha, ada seorang wanita yang mengatakan:wahai Rasulullah, aku mengatakan bahwa suamiku memberikan sesuatu kepadaku yang sebenarnya tidak diberikannya.berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam,: orang yang merasa memiliki sesuatu yang ia tidak diberi, seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” (muttafaq alaihi)

4) Sesungguhnya dzikrullah memberikan pengaruh yang kuat didalam kehidupan ruh seorang muslim, kejiwaannya, jasmaninya dan kehidupan masyarakatnya. maka bersemangatlah wahai saudariku muslimah untuk senantiasa berdzikir kepada Allah ta’ala, disetiap waktu dan keadaanmu. Allah ta’ala memuji hamba-hambanya yang mukhlis dalam firman-Nya:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم… ” (آل عمران: الآية 191).

Artinya:

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring…” (Ali imran:191).

5) Jika engkau hendak berbicara,maka jauhilah sifat merasa kagum dengan diri sendiri, sok fasih dan terlalu memaksakan diri dalam bertutur kata, sebab ini merupakan sifat yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, dimana Beliau bersabda:

” وإن أبغضكم إليّ وأبعدكم مني مجلساً يوم القيامة الثرثارون والمتشدقون والمتفيهقون “.

“sesungguhnya orang yang paling aku benci diantara kalian dan yang paling jauh majelisnya dariku pada hari kiamat : orang yang berlebihan dalam berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta’ajjub terhadap ucapannya.”

(HR.Tirmidzi,Ibnu Hibban dan yang lainnya dari hadits Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiallahu anhu)

6) Jauhilah dari terlalu banyak tertawa,terlalu banyak berbicara dan berceloteh.jadikanlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, sebagai teladan bagimu, dimana beliau lebih banyak diam dan banyak berfikir beliau Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, menjauhkan diri dari terlalu banyak tertawa dan menyibukkan diri dengannya.bahkan jadikanlah setiap apa yang engkau ucapkan itu adalah perkataan yang mengandung kebaikan, dan jika tidak, maka diam itu lebih utama bagimu. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, bersabda:

” من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت “.

” Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaknya dia berkata dengan perkataan yang baik,atau hendaknya dia diam.”

(muttafaq alaihi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu)

8) jangan kalian memotong pembicaraan seseorang yang sedang berbicara atau membantahnya, atau meremehkan ucapannya. Bahkan jadilah pendengar yang baik dan itu lebih beradab bagimu, dan ketika harus membantahnya, maka jadikanlah bantahanmu dengan cara yang paling baik sebagai syi’ar kepribadianmu.

9) berhati-hatilah dari suka mengolok-olok terhadap cara berbicara orang lain, seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang yang kesulitan berbicara.Alah Ta’ala berfirman:

” يا أيها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيراً منهم ولا نساء من نساء عسى أن يكن خيراً منهن ” (الحجرات: الآية 11).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.”

(QS.Al-Hujurat:11)

10) jika engkau mendengarkan bacaan Alqur’an, maka berhentilah dari berbicara, apapun yang engkau bicarakan, karena itu merupakan adab terhadap kalamullah dan juga sesuai dengan perintah-Nya, didalam firman-Nya:

: ” وإذا قرىء القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون ” (الأعراف: الآية 204).

Artinya: “dan apabila dibacakan Alqur’an,maka dengarkanlah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian diberi rahmat”. Qs.al a’raf :204

11) bertakwalah kepada Allah wahai saudariku muslimah,bersihkanlah majelismu dari ghibah dan namimah (adu domba) sebagaimana yang Allah ‘azza wajalla perintahkan kepadamu untuk menjauhinya. bersemangatlah engkau untuk menjadikan didalam majelismu itu adalah perkataan-perkataan yang baik,dalam rangka menasehati,dan petunjuk kepada kebaikan. perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar, berapa banyak dari perkataan seseorang yang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya kedalam jurang neraka. Didalam hadits Mu’adz radhiallahu anhu tatkala Beliau bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam: apakah kami akan disiksa dengan apa yang kami ucapkan? Maka jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” ثكلتك أمك يا معاذ. وهل يكبّ الناس في النار على وجوههم إلا حصائدُ ألسنتهم ” ( رواه الترمذي).

“engkau telah keliru wahai Mu’adz, tidaklah manusia dilemparkan ke Neraka diatas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka.”

(HR.Tirmidzi,An-Nasaai dan Ibnu Majah)

12- berhati-hatilah -semoga Allah menjagamu- dari menghadiri majelis yang buruk dan berbaur dengan para pelakunya, dan bersegeralah-semoga Allah menjagamu- menuju majelis yang penuh dengan keutamaan, kebaikan dan keberuntungan.

13- jika engkau duduk sendiri dalam suatu majelis, atau bersama dengan sebagian saudarimu, maka senantiasalah untuk berdzikir mengingat Allah ‘azza wajalla dalam setiap keadaanmu sehingga engkau kembali dalam keadaan mendapatkan kebaikan dan mendapatkan pahala. Allah ‘azza wajalla berfirman:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم “. (آل عمران: الآية 191)

Artinya: “(yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri,atau duduk,atau dalam keadaan berbaring” (QS..ali ‘imran :191)

14- jika engkau hendak berdiri keluar dari majelis, maka ingatlah untuk selalu mengucapkan:

” سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك “.

“maha suci Engkau ya Allah dan bagimu segala pujian,aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu”

Sehingga diampuni bagimu segala kesalahanmu di dalam majelis tersebut.

Ditulis oleh: Haya Bintu Mubarak Al-Buraik

Dari kitab: mausu’ah al-mar’ah al-muslimah: 31-34

Alih bahasa : Ummu Aiman

Sumber: http://www.salafybpp.com/index.php?option=com_content&view=article&id=68:adab-adab-berbicara-bagi-wanita-muslimah&catid=28:muslimah&Itemid=

BERKATA YANG BENAR ATAU DIAM

Bersabar dan Berysukur

Senin, 25 April 2011

Sungguh indah perkara seorang mukmin, apabiala ia mendapat suatu nikmat dari Allah Ta'ala maka ia bersyukur dan apabila ia mendapatkan musibah maka ia bersabar....

Senantiasa kita dianjurkan untuk banyak bersyukur dan jangan berkeluh kesah. Walaupun secara fitrah, seorang manusia itu besifat banyak berkeluh kesah lagi kikir sebagaimana dalam QS. Al Ma'arifj : 19, Allah Ta'ala berfirman (artinya) :
" Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh..."
Ayat selanjutnya...
"Apabila ia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah. dan apabila ia mendapat kebaikan (harta) dia menjadi kikir.. (QS. Al Maarij 20-21)
Namun, Maha Suci Allah dengan segala kebesaran dan keagunganNya, karena senantiasa ia membimbing hamba-hambaNya melalui Al Qur'an dan Assunnah...
Walaupun secara fitrah kita senantiasa berkeluh kesah dan bersifat kikir..tapi kita mempunyai pilihan untuk lebih baik lagi...Dalam QS. Al Ma'Arij : 22-35 :
" Kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat. Mereka yang tetap serta melaksanakan shalatnya. dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu bagi orang yang meminta-mintadan yang tidak diminta, dan orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang yang takut terhadap azab Tuhannya, sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seorangpun yang merasa aman (dari kedatangannya), dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Maka, barang siapa mencari di luar itu (seperti berzina, homoseks, atau lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya, dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiaannya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itu dimuliakan di dalam surga."
Ya, manusia tinggal memilih untuk menuju jalan yang benar atau jalan yang menyimpang menuju adzab Allah Ta'ala. Bukankah Allah Yang Maha Pengasih telah mengkaruniakan kepada kita Al Qur'an dan Assunnah sebagai petunjuk dan pedoman hidup? Agar kelak ketika dimintai pertanggungjawaban, semua kelalaian karena kezhaliman diri sendiri yang melupakan Al Quran dan Assunnah dan memperturutkan hawa nafsu..Na'udzubillah
Begitu mudahkah lisan berkata sabar dan syukur?
Tidak, sangat sulit dan karena itu, senantiasalah memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala....
Tidak inginkah kita menjadi hamba Allah yang ditinggikan derajatnya dan diberi balasan pahala karena sifat sabar dan syukur kita kepada Allah Ta'ala?
Rasulullah shallallahu a'laihi wasallam bersabda : " perkara orang mu'min itu mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorangpun selain seorang mu'min, bila ditimpa kesenangan, ia bersykur dan syukur itu baik baginya dan apabila ia tertimpa musibah , ia bersabar dan sabar itu baik baginya." (HR. Muslim)
Bersabar itu sulit dan berat. Hanya orang mu'min yang memiliki sifat sabar dan syukur di dua keadaan yang digambar dalam hadits diatas. Ketika seseorang ditimpa kesulitan, ia hanya punya pilihan untuk bersabar. Namun ketika dianugerahi nikmat, sangat jarang yang bersyukur. Terkadang kita baru menengadahkan tangan meminta pertolongan kepada Allah jika dalam keadaan sulit namun begitu senang, kita lupa untuk tetap bersyukur. Astaghfirullah, kita cenderung lalai. Nikmat yang sedikit disesali, nikmat yang banyak tidak disyukuri, " Hanya sedikit dari hamba-Ku yang pandai bersykur" (QS Saba (34) : 13).
Subhanallah....
Maka seorang mu'min akan senantiasa memilih untuk bersabar dan bersyukur..Sabar akan menguatkan, dan syukur akan meninggikan derajat. Kesabaran mendekatkan kita kepada Allah Ta'ala. Dan rasa syukur menjadi penambah nikmat Allah Ta'ala. Sungguh tidak ada kekasih yang menolak harapan pencintanya.
Allah berfirman :
" Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalhan-kesalahan dan akan melipatgandakan pahala baginya. (QS Ath-Thalaq : 3-5)
" Dan bersabarlah kamu , karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar. " (QS Al-Anfal : 46)
Qadarallah wa maa syaa-a fa'al.."Seagala sudah takdir Allah. Bila Allah menghendaki sesuatu, pasti sesuatu itu terjadi. Katakanlah hal itu, jika kita tertimpa musibah.
Ya Qadarallah wa maa syaa-a fa'al...Tabahkan hati dengan musibah dan cobaan..dan perkhusyuklah shalat kita...
Karena Allah Ta'ala berfirman :
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu, yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa meerka akan kembali kepada-Nya. (QS Al Baqarah 45-46)
Dan jadilah hamba yang senantiasa bersyukur. Karena seluruh nikmat yang kita rasakan ini datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Allah berfirman (artinya ) " Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah lah (datangnya. " (QS An Nahl : 53).
Dan bersyukur merupakan sebab ditetapkan bahkan ditambahnya kenikmatan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman (artinya) : Jika kalian bersyukur, pasti Aku (Allah) akan tambah (kenikmatan) untuk kalian, jika kalian ingkar, sesungguhnya adzab-Ku sangatlah pedih. (QS Ibrahim : 7).
Duhai diri yang lalai...marilah senantiasa bersyukur dan bersabar dalam kehidupan ini...karena tidak adalah sesuatu yang disyariatkan kecuali itu adalah perkara yang baik dan penuh hikmah...

"Ya Allah, Sesungguhnya aku ini adalah hamba, anak dari hamba-Mu laki-laki, anak dari hamba-Mu perempuan. Ubun-ubunku berada ditanganMu: mengikuti keputusan takdir-Mu dan berjalan sesuai dengan ketetapan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu. Nama yang Engkau lekatkan sendiri untuk diriMu, atau Engkau sebutkan dalam kitabMu, atau Engkau ajarkan pada salah seorang diantara hamba-Mu (Nabi), atau Engkau sembunyikan di alam keghaiban-Mu, hendaknya Engkau menjadikan Al Qur'an ini sebagai penyejuk hatiku, cahaya dalam dadaku, penghilang kesedihanku dan penolak rasa gundahku. (HR. Ahmad I : 391).


Hingga Kuteteskan Air Mata

Jumat, 22 April 2011

Akhirnya kutersadar..betapaku merindukan kalian...

Rindu untuk menyapa, mencium tangan kalian dan menemani kalian dalam usia senja ...
Akhirnya tak kusadari...air mata ini menetes dalam kesendirian...kesendirian yang kuingin ada kalian menemaniku...
Ibu...ayah...betapa kuingin selalu setiap pulang kerja menyapamu..memijit kakimu..dan merawatmu di saat sakit....
Ibu..ayah..betapa kuingin selalu mencurahkan semuanya padamu....
Ibu...ayah...rindu padamu hingga kuteteskan air mata dalam doaku untuk mu..
Beribu rasa maaf terucap tak kan cukup menggantikan kelalaianku untuk berbirul walidain kepada kalian...
Apakah aku terlalu egois meninggalkan kalian berdua dalam usia senja kalian?
Kuingin menyapa kalian setiap pagi dan mengunjungi kalian setiap bulan
Kuingin merawat kalian di usia senja kalian...
Ibu...ayah..jangan lah jadikan aku anak yang akan menyesal karena tak dapat merawat kalian di usia senja...ketika kalian mulai renta tak berdaya...
Hingga kuteteskan air mata kumenuliskan semua ini...
Aku ingin merawat kalian sebagaimana kalian merawatku dulu...
Aku ingin bersabar sebagaimana engkau bersabar menghadap kerewelanku
Aku pun ingin mendengarkan keluh kesah kalian sebagaimana kalian selau ada untuk mendengarkan keluh kesahku..
Aku takut ya ummi ya abah..takut jika masa0masa itu tak dapat kunikmati..
Ya Rabb, jagalah orangtuaku...amin

Kemarin adalah Kerja, Hari ini adalah berbuat dan Esok adalah Harapan..Hamasah!!!




Uni Zahrah Bunga Berseri